Today, around 4 p.m. I get a recruitment test for Bank of Indonesia (BI).
I've dreamed to work in the central bank in Indonesia when I pass the building with transjakarta.
It will be great if me can be one of the important staff there, maybe as a secretary or more than that. Getting work in BI is very cool.
Actually now, I'm in middle of nowhere, one side I want to be a secretary in big company to show to all my friends that I am good, also to make my parents proud of me because they want me to work in good company, so my life will be ensured.
But, in another side, my desire to work in film production is too strong, so I'm confused.
Eventhough my faith to get a secretary job is difficult, but at least I'm confidence becoming a good secretary because I have studied in secretarial major. Then, in film, I don't have any idea about it. What should do? What can I do? Zero, None. But, one thing that I know is I love film or drama production, I want to get involved in it. I just need an opportunity to work and learn in a production house or in film production. I believe I can be good in it. Perhaps the best. Because I'm interesting about whole thing in film. The scenario, the director, The sound systems, The picture, The wardrobe, The make up, The music, The lightning, The acting, The animation. The whole thing.
So that, if I pass the recruitment test in Bank Indonesia, I will keep my dream for film, and one day after I can satisfy my parents I will reach my dream of film.
Friday, January 7, 2011
Thursday, January 6, 2011
Being a writer
After seeing a tv show about writers, one of them is JK Rowling, Harry Potter's author. I love her imagination. I am a writer also. Beginner.
Deep in my heart, I state to myself I can be a good writer also.
Now, I start to write a story, drama, romance novel. But, I'm getting stuck, can't get idea to continue my writing. I upset with myself if I get in this situation. Coz I have written several stories but always get in this case. Confuse to continue. You know what, despite continue my stories I always get new idea. Eventually, I write 3 pages now of my new story.
I know there is no coincidence, perhaps all my stories can go to the last page. At least one of them can be a best seller. Let's see.
Deep in my heart, I state to myself I can be a good writer also.
Now, I start to write a story, drama, romance novel. But, I'm getting stuck, can't get idea to continue my writing. I upset with myself if I get in this situation. Coz I have written several stories but always get in this case. Confuse to continue. You know what, despite continue my stories I always get new idea. Eventually, I write 3 pages now of my new story.
I know there is no coincidence, perhaps all my stories can go to the last page. At least one of them can be a best seller. Let's see.
Tuesday, January 4, 2011
Diriku Aneh
Sepertinya gue dalam kondisi yang mengkhawatirkan karena gue menyadari sesuatu. 'Ada sesuatu yang aneh dengan diriku', itu tema hari ini.
Berawal dari kejadian kemarin sore di mana gue harus mengasuh keponakan yang ditinggal kakak gue dan suaminya berburu mie ayam. Mamah memberi komando pada gue untuk mengajak keponakan yang berumur 1 tahun 1 bulan itu jalan-jalan, berhubung itu anak sedang senang-senangnya jalan kaki.
Oke, atas perintah mamah dan juga gue nggak ada hal yang bisa dikerjakan jadilah gue mengiyakan. Selanjutnya gue bawa keponakan gue yang super lucu itu main di rumah tetangga, yang tidak lain teman gue yang sudah mempunyai anak. Nah kebetulan rumah teman gue itu dekat dengan rumah kontrakan senior gue yang hampir dua tahun ini gue taksir. Di sinilah letak permasalahannya, kalau saja gue tahu dia sudah berhenti kerja dan tidak mengantor, kalau saja gue tahu dia ada di rumahnya, kalau saja gue tahu dia akan lewat, kalau saja gue tahu kita akan bertemu. Pasti, pastilah gue akan lebih siap, bersiap-siap maksud gue, dengan berdandan lebih rapi dari apa yang sudah terjadi kemarin. Rambut kusut, belum mandi, celana pendek batik, kaos, plus sendal jepit yang gak mungkin bisa membuat senior itu jatuh cinta, apalagi dalam keadaan nongkrong di depan pagar kontrakannya, sambil berkumpul dengan ibu-ibu dan balita yang lain. Astaga, harusnya gue nggak mengikuti teman gue yang lagi mengasuh anaknya itu. Kenapa juga dia harus memilih lokasi bermainnya di kontrakan. Hiks.
Bukan, bukan itu saja yang gue sesali. Hal lain yang gue sesali adalah kenapa juga gue harus menyembunyikan wajah gue di belakang kepala keponakan gue. Memang sih kepala keponakan gue itu besar, tetapi kepala gue kan jauh lebih besar, pastilah persembunyian gue gagal. Pastilah dia melihat gue, mengenali wajah gue. Aaarrgh, kenapa dia harus lewat saat itu, ke mana dia saat gue berdandan cantik, kenapa saat itu kita tidak pernah bertemu, kenapa saat gue dekil dia malah lewat. Aaarrggh.
Nasi sudah menjadi bubur, keinginan gue bertemu dia terpenuhi, tapi kenapa keadaannya tidak menguntungkan seperti itu. Dan sialnya teman gue dapat tertawa puas melihat kekonyolan gue yang bersembunyi, apalagi di belakang kepala bayi.
Payah, payah =<, kenapa gue harus selalalu grogi kalau bertemu cowok yang gue suka. Dasar aneh.
Monday, January 3, 2011
Interview
I attended an interview yesterday. This is my second time to visit the company.
After waiting more than an hour, eventually I got the time. Firstly, I should translate a letter, then i got the interview, meeting the owner. He asked me why I resigned, then my answer is 'uncomfortable with outsourcing status', I always give this reason if the interviewer ask me why.
Then, for several time I hear again this statement, "It is okay to be outsourcing status". What did you say? Okay? No...no...no...no. That is my answers. All of the people whose agree with outsourcing systems is the people who is never in outsourcing status. They states it's no different between employee directly under the company with employee under outsourcing company. Hey, listen please, example, we work in A company, but our status is B's employee, because the A company want us to work under B status and B status is outsourcing. Why? Why it should be like this?
Okay, I've heard outsourcing is helping the company's management in human resources. I've heard also to avoid the company with taxes, so outsourcing whose to pay the taxes, it makes it easier.
But the other side there is different in employee side. They don't get the guarantee when they can free from outsourcing status. There is a friend of my friend whose work almost six year as an outsourcing status, but there is no signal for he/she status become free from outsourcing status.
Maybe there is several good outsourcing company out there, but I've never seen it.
After waiting more than an hour, eventually I got the time. Firstly, I should translate a letter, then i got the interview, meeting the owner. He asked me why I resigned, then my answer is 'uncomfortable with outsourcing status', I always give this reason if the interviewer ask me why.
Then, for several time I hear again this statement, "It is okay to be outsourcing status". What did you say? Okay? No...no...no...no. That is my answers. All of the people whose agree with outsourcing systems is the people who is never in outsourcing status. They states it's no different between employee directly under the company with employee under outsourcing company. Hey, listen please, example, we work in A company, but our status is B's employee, because the A company want us to work under B status and B status is outsourcing. Why? Why it should be like this?
Okay, I've heard outsourcing is helping the company's management in human resources. I've heard also to avoid the company with taxes, so outsourcing whose to pay the taxes, it makes it easier.
But the other side there is different in employee side. They don't get the guarantee when they can free from outsourcing status. There is a friend of my friend whose work almost six year as an outsourcing status, but there is no signal for he/she status become free from outsourcing status.
Maybe there is several good outsourcing company out there, but I've never seen it.
Thursday, December 30, 2010
Want to work in entertainment world
Badly want to work and live in entertainment world. Please give me help...pleeeeease
Saturday, December 18, 2010
Ada Apa Dengan Hari Ini?
Kancut banget hari ini, eh bukan kancut deng, lebih tepatnya kaos sama celana. Ada apa juga hari ini, dari mulai di 'semprot' mama, mata kepedesan odol, hati yang lagi patah. Gila, bad day nih.
Gini nih ceritanya, semalem gue bete sama kakak yang mindah-mindahin channel tv, udah tahu gue lagi nunggu Jack Hanafi di IMB 2, eit daah, dia malah ganti-ganti dan terus malah pantengin nonton Wali Band di ANTV. Sebenernya gue juga hampir ga sadar kalau acara IMB 2 itu masih tayang. Nah, pas gue bosen nonton Wali baru deh gue bilang, "Ka, liat yang lain dong." Jejeeeng, dan terlihatlah spanduk bertuliskan Jack Hanafi di layar tv. Parah, sudah selesai tampil. Yang gue tunggu-tunggu ternyata sudah selesai, gue ketinggalan.
Aaargh, selagi bete, gue mencoba menenangkan pikiran dengan meneruskan mengecat boneka tanah liat. Selesai juga akhirnya boneka kaisar Korea, ok, sekarang coba disandingkan dengan ratunya. Jejeeeng, loh kok kaisarnya kekecilan, perasaan waktu buat gue bandingin sama yang ratu, loh loh kok jadi gini, Aaaaargh.
Mending gue tidur aja, akhirnya gue memutuskan menenangkan diri dengan tidur. Nah, cek handphone dulu, pas gue lihat layarnya, tampillah website Plurk, fotonya gue kenal. Lah, ini kan cowok yang gue suka. Oh iya yah, tadi kan gue mau buka facebooknya itu cowo, berhubung gue cari lewat google, jadinya gue salah ngunduh, harusnya yang atas, bukan yang bawah. Ah tapi ga apa-apa juga sih, selama gue bisa lihat foto tuh cowok. Ok, akhirnya gue lihat-lihat Plurk. Terakhir dia update di Plurk tanggal 16 Desember. Makin ke bawah gue lihat. Status: in relationship. Tidaaaaaak, apa-apaan nih. Sial, kenapa juga gue lihat ini pas gue mau tidur. Bete banget rasanya.
Bangun juga akhirnya pagi ini, jam 9. Gue lihat handphone, google search menampilkan satu nama yang tertuduh sebagai pacarnya cowok itu. Gue buka fb nya, oh ini nih ceweknya, pakai kacamata, blazer putih seperti yang dipakai dokter. Aaah, gue bisa jadi lebih baik buat cowok itu. Heee gue coba menyenangkan diri sendiri. Ok, mungkin cowok itu bisa bahagia dengan itu cewek. Baik lupakan dan buang perasaan. Parah, susah, hampir 2 tahun gue suka mantan senior gue waktu SMP itu berhubung sekarang dia jadi tetangga gue. Tapi apa, gue kurang beruntung, walaupun tetangga, tapi kita gak pernah ketemu, apa lagi ngobrol dan membuat dia jatuh cinta sama gue. MUSTAHIL. Lupain Lupain dia batin gue. Nah terasalah hari ini kurang enak.
Makan telor sisa kakak bikin kue, putih telornya sisa lumayan banyak, kira-kira dari 3 telor, gue tambah 1 telor utuh biar gurih maksudnya. Gila, jadinya satu piring, berhubung orang rumah gak ada yang mau jadilah gue menghabiskan telor itu sendiri dengan nasi, kecap, dan saos. Eneg juga ternyata.
Lanjut hal yang tidak menyenangkan, mamah ngomel-ngomel soal jemurannya yang terbang. Gue lagi yang disalahin berhubung tadi gue yang disuruh benerin celana yang lagi dijemur yang sudah mau jatuh. "TADI KAN MAMAH JEPIT, KAMU KEMANAIN JEPITANNYA," teriak mamah. Loh kok gue yang kena, gue sama sekali gak utak-atik tuh jemuran, gue cuma benerin posisi celana doank. Dosa apa gue jadi 'disemprot' mamah. Eh tuh celana dan kaos lengkap dengan gantungan baju nyangkut di genteng tetangga, untung aja kakak gue yang badannya kecil bisa nyelip dan meniti di atas pembatas rumah dan berhasil ambil tuh jemuran. Akhirnya, gue yang kesel pilih mandi aja tuk menenangkan diri. Eh, mata malah kemuncratan odol. Perih perih rasanya. Lengkap sudah keanehan dan kekesalan hari ini.
Gue mending tidur aja, mudah-mudahan semuanya ini jadi pertanda baik buat gue ke depannya. Aamin. Selamat tidur siang.
Gini nih ceritanya, semalem gue bete sama kakak yang mindah-mindahin channel tv, udah tahu gue lagi nunggu Jack Hanafi di IMB 2, eit daah, dia malah ganti-ganti dan terus malah pantengin nonton Wali Band di ANTV. Sebenernya gue juga hampir ga sadar kalau acara IMB 2 itu masih tayang. Nah, pas gue bosen nonton Wali baru deh gue bilang, "Ka, liat yang lain dong." Jejeeeng, dan terlihatlah spanduk bertuliskan Jack Hanafi di layar tv. Parah, sudah selesai tampil. Yang gue tunggu-tunggu ternyata sudah selesai, gue ketinggalan.
Aaargh, selagi bete, gue mencoba menenangkan pikiran dengan meneruskan mengecat boneka tanah liat. Selesai juga akhirnya boneka kaisar Korea, ok, sekarang coba disandingkan dengan ratunya. Jejeeeng, loh kok kaisarnya kekecilan, perasaan waktu buat gue bandingin sama yang ratu, loh loh kok jadi gini, Aaaaargh.
Mending gue tidur aja, akhirnya gue memutuskan menenangkan diri dengan tidur. Nah, cek handphone dulu, pas gue lihat layarnya, tampillah website Plurk, fotonya gue kenal. Lah, ini kan cowok yang gue suka. Oh iya yah, tadi kan gue mau buka facebooknya itu cowo, berhubung gue cari lewat google, jadinya gue salah ngunduh, harusnya yang atas, bukan yang bawah. Ah tapi ga apa-apa juga sih, selama gue bisa lihat foto tuh cowok. Ok, akhirnya gue lihat-lihat Plurk. Terakhir dia update di Plurk tanggal 16 Desember. Makin ke bawah gue lihat. Status: in relationship. Tidaaaaaak, apa-apaan nih. Sial, kenapa juga gue lihat ini pas gue mau tidur. Bete banget rasanya.
Bangun juga akhirnya pagi ini, jam 9. Gue lihat handphone, google search menampilkan satu nama yang tertuduh sebagai pacarnya cowok itu. Gue buka fb nya, oh ini nih ceweknya, pakai kacamata, blazer putih seperti yang dipakai dokter. Aaah, gue bisa jadi lebih baik buat cowok itu. Heee gue coba menyenangkan diri sendiri. Ok, mungkin cowok itu bisa bahagia dengan itu cewek. Baik lupakan dan buang perasaan. Parah, susah, hampir 2 tahun gue suka mantan senior gue waktu SMP itu berhubung sekarang dia jadi tetangga gue. Tapi apa, gue kurang beruntung, walaupun tetangga, tapi kita gak pernah ketemu, apa lagi ngobrol dan membuat dia jatuh cinta sama gue. MUSTAHIL. Lupain Lupain dia batin gue. Nah terasalah hari ini kurang enak.
Makan telor sisa kakak bikin kue, putih telornya sisa lumayan banyak, kira-kira dari 3 telor, gue tambah 1 telor utuh biar gurih maksudnya. Gila, jadinya satu piring, berhubung orang rumah gak ada yang mau jadilah gue menghabiskan telor itu sendiri dengan nasi, kecap, dan saos. Eneg juga ternyata.
Lanjut hal yang tidak menyenangkan, mamah ngomel-ngomel soal jemurannya yang terbang. Gue lagi yang disalahin berhubung tadi gue yang disuruh benerin celana yang lagi dijemur yang sudah mau jatuh. "TADI KAN MAMAH JEPIT, KAMU KEMANAIN JEPITANNYA," teriak mamah. Loh kok gue yang kena, gue sama sekali gak utak-atik tuh jemuran, gue cuma benerin posisi celana doank. Dosa apa gue jadi 'disemprot' mamah. Eh tuh celana dan kaos lengkap dengan gantungan baju nyangkut di genteng tetangga, untung aja kakak gue yang badannya kecil bisa nyelip dan meniti di atas pembatas rumah dan berhasil ambil tuh jemuran. Akhirnya, gue yang kesel pilih mandi aja tuk menenangkan diri. Eh, mata malah kemuncratan odol. Perih perih rasanya. Lengkap sudah keanehan dan kekesalan hari ini.
Gue mending tidur aja, mudah-mudahan semuanya ini jadi pertanda baik buat gue ke depannya. Aamin. Selamat tidur siang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
