Powered By Blogger

Saturday, July 23, 2011

In my 24 years old, I experience this guilty feeling. Yes, this is very guilty because I'm falling in love with someone that shouldn't be. He is a married person, 10 years older than me, has a wife and child. How can be I come in the middle ? Only because he is very kind to me, only because he is smart, the feeling, I mean my feeling grow up.
Before he realizes my feeling and before its grow bigger, I should stop it, stop the feeling.
Because this is to late, and there isn't a start for us, even though we have the same feeling.
His family deserve to happy and I deserve the best one in this world.
It is enough. Good bye my love, it is my honour to have the feeling, to learn more.
New lesson, being mature.

Sunday, January 16, 2011

Ini Itu

Hari ini yang gue lakuin adalah kembali serius belajar bahasa Mandarin disamping patung tanah liat yang belum bisa dicat, jadilah gue memilih tuk belajar.
Astaga, kalau boleh menyesal, gue akan bilang, ya gue menyesal. Kenapa juga dulu gue nggak ambil kuliah sastra Cina, mungkin keinginan gue buat tinggal+belajar+bekerja di luar negeri bisa tercapai, setidaknya selangkah lebih dekat, dan mungkin negara itu adalah Cina.
Walaupun begitu, gue akan berusaha menyemangati diri lagi karena gue yakin satu saat keinginan gue terwujud dan mungkin akan lebih dari yang pernah gue bayangkan.
Maka dari itulah gue belajar lagi bahasa Mandarin, dengan mengulang apa yang pernah dipelajari di Binus Center, Jati Makmur. Ya di tengah kesenggangan gue berhubung belum dapat kerjaan juga, maka inilah saatnya. SEMANGAT.
Selain itu gue juga lagi gemar mempelajari Adobe Photoshop 7.0 karena keinginan gue yang lain adalah mampu dalam membuat desain ataupun animasi. Ya gue ada keinginan untuk meneruskan S1 di bidang sastra dan informatika, kalau bisa sih lebih dari itu.
Walaupun keadaan saat ini sulit, tapi gue yakin semuanya akan indah pada waktunya. Amin.
Love Live ^_^v.

Friday, January 14, 2011

Jika Saya Presiden

Saya bukan orang yang nasionalis, saya tidak suka politik. Saya hanya pemimpi.
Mimpi ini terinspirasi dari acara-acara tv yang saya tonton. Mimpi saya jika saya jadi presiden adalah:
1. Membuat asrama untuk para pembantu rumah tangga yang bekerja di luar negeri atau yang dikenal dengan sebutan TKW. Padahal TKW itu tenaga kerja wanita, tetapi konotasinya kenapa jadi pembantu yah. Oke, ini yang akan saya lakukan. Berhubung, melihat kemampuan negara yang belum memadai untuk memberi mereka pekerjaan di negara sendiri, maka satu hal yang bisa saya lakukan sebagai presiden. Saya akan membuat asrama di beberapa lokasi di setiap negara yang menggunakan jasa tenaga kerja Indonesia. Saya akan merubah peraturan di mana para TKW tidak boleh tinggal bersama majikan, jam 5 sore adalah waktu pulangnya mereka. Jadi mudah-mudahan mereka dapat lebih dilindungi.
Cara lainnya, para calon majikan diwajibkan mengikuti tes psikologis untuk mengukur sisi kemanusiaan mereka, selain itu, minimal satu bulan sekali dikirim petugas untuk mengecek mereka. Kalaupun tidak, minimal satu bulan sekali para pekerja wajib melaporkan dirinya ke suatu badan khusus guna mengawasi keselamatan mereka, sehingga pekerja yang tidak melapor dapat segera didatangi untuk mencari tahu alasan ketidakhadiran mereka. Selain itu, adanya tes kesehatan rutin bagi pekerja, minimal tiga bulan sekali. Itu beberapa cara saya sebagai Presiden untuk melindungi warga negaranya yang sedang berjuang, kalau boleh memilih, saya tidak akan membiarkan mereka menjadi budak di negara orang.
2. Membuat area merokok yang nyaman di setiap jalan yang ramai pengguna jalannya. Sehingga orang-orang yang tidak merokok seperti saya dapat bernafas lebih leluasa. Tidak hanya membuat peraturan, tetapi turut serta memberi solusi, sehingga perokok tidak merasa dirugikan. Justru hal itu akan mendidik rasa disiplin dan tenggang rasa mereka.
3. Menyediakan tong sampah dengan radius per 100 meter, sehingga saya tidak perlu lagi mengantongi atau memegang sampah sepanjang perjalanan hingga sampai ke rumah.
Masih menyangkut sampah. Jika saya Presiden saya akan membuat pabrik pengolahan sampah di setiap propinsi atau setiap kota, sehingga sampah basah bisa diolah menjadi pakan ternak atau pupuk organik yang ramah lingkungan. Mendaur ulang sampah kering. Setidaknya dapat mengurangi jumlah sampah, diharapkan dapat meniadakan sampah karena sampah-sampah telah habis diolah. Dengan begitu dapat membantu ibu pertiwi tersenyum karena tidak lagi menghirup aroma sampah.
4. Mewajibkan setiap rumah memiliki listrik dan air bersih. Dengan menggratiskan satu ampere listrik sebesar 75 watt di setiap rumah di wilayah desa terutama. Sehingga para usia sekolah dapat terus belajar di malam hari. Membuat kamar mandi layak di setiap rumah yang memerlukan karena tubuh yang bersih dapat memberikan kesehatan, baik badan maupun jiwa. Penyediaan kamar mandi dibarengi dengan penyediaan air bersih. Gunakan para ilmuwan untuk memikirkan cara penyediaannya. Karena yang saya tahu hanya mengalirkan air dari sumbernya, atau menampung air hujan, atau penggalian air tanah. Mungkin saja para ilmuwan memiliki cara lain, mudah-mudahan air laut yang melimpah pun dapat diketemukan caranya untuk menjadi air tawar yang aman dikonsumsi.
5. Mendirikan satu usaha rumah tangga di setiap kelurahan atau setiap RT kalau bisa. Mungkin menjadi pengrajin atau apalah itu yang penting para ibu rumah tangga dapat memiliki penghasilan sendiri tanpa mengandalkan suami. Terlebih lagi dapat meniadakan jumlah pengangguran di Indonesia.
6. Mengambil alih sektor sumber daya alam yang dimiliki perusahaan-perusahaan asing. Atau menjadi pemilik saham terbesar, setidaknya untuk melindungi kekayaan alam Indonesia.

Ga Mau Gue

Parah, masih simpan no gue ternyata. Bikin gemeteran aja.
Gini nih akibatnya karena rasa penasaran. Coba waktu itu gue nggak salah sambung plus gue nggak kopi darat, ga ada nih ceritanya gue dibayang-bayangin orang aneh.
Oke, awalnya gue kirim ucapan Idul Fitri ke teman, eh ternyata malah salah sambung. Karena nggak enak hati, ya gue minta maaf. Nah, berlanjutlah SMS gue sama orang itu.
Dia pikir gue cewek yang ngerjain dia, dia bilang banyak yang ngerjain dia. Nah, karena itulah gue coba buktiin ke orang itu kalau gue benaran gak sengaja dan gak ada niat sama sekali buat ngerjain.
Berlanjutlah SMS, dia mulai deskripsiin dirinya, putih, anak gym, tinggi 175 cm, anak clubbing, bertato. Wah, gue interpretasikan kalau dia ganteng, pantas banyak yang ngerjain.
Eyalah tahu-tahunya pas ketemu kebalikannya. Parah gue ditipu.
Pas ketemuan, gue nggak kabur walaupun gue tahu dia ANCUR, kan gue ingin buktiin kalau gue nggak ngerjain dia.
Untungnya kacamata lensa ungunya yang gede jatuh waktu mau ke McD. Untung jalannya dia lelet kaya siput, mana ada anak nge gym klemer-klemer. Jadilah gue tinggal. HAHAHAY. Kesian deh lu. Eh, di angkot ngelihat pengamen yang jauh lebih cakep daripada dia. Jadi ketawa sendiri. MALU GUE TEPATNYA BISA-BISANYA KETIPU. Mungkin karena gue putus asa dengan perasaan gue tuk Ronnie yang tidak bersambut, jadilah gue membayangkan orang itu lebih daripada Ronnie. Eh, tahu-tahunya seujung kuku pun gak bisa menandingi Ronnie.
Ceritalah gue sama adik laki-laki yang usianya beda cuma 1 tahun dengan gue. Yaah, gue malah diomelin. "Jangan sekali-kali ngelakuin itu lagi," gitu omelnya. Iya, gue nurut, gak akan lagi deh. "Dia bakal SMS lu lagi setelah lihat lu," peringatnya lagi. Selama ini dia nggak pernah memuji gue, apa iya yah. Nah, gue jadi ngarepin orang itu SMS gue lagi, untuk buktiin kata-kata adik gue. Bener ternyata tuh orang SMS lagi dari yang pake no lain dan mengaku ketemu gue dimimpi sampai dia pakai no-nya lagi. Untung gue masih simpen no-nya karena gue nggak mau ditipu lagi. Padahal tuh orang udah bilang kalau no gue udah dihapus pas hari gue ninggalin dia, eh ternyata no gue masih disimpan.
Nah, malam ini ternyata dia sms lagi. Dari yang gue pura-pura nggak bisa bahasa Indonesia sampai tuh orang kesal dan marah-marah, akhirnya dia berhenti juga SMS. Tapi ternyata malam ini tuh orang SMS lagi. Jadilah gue pura-pura jadi pria beristri yang kesal dikejar-kejar cewek padahal no HP baru diganti. Awalnya dia masih usaha buat ngorek gue, tapi gue konsisten. Akhirnya dia berhenti. Entah deh, hari-hari berikutnya bagaimana. Mudah-mudahan tuh orang nggak ganggu gue lagi karena gue jadi keingetan lagi kejadian dulu yang gue takut "dikejar-kejar" teman gue sendiri.
KAPOK KAPOK.

Tuesday, January 11, 2011

Payah deh

Berangkat pk. 12.30, naik angkot 19 seperti Sabtu lalu di mana gue tes psikometri. Dalam hati gue berdoa sampai UI jam setengah dua. Ternyata benar, doa gue terkabul, harusnya sih gue sampai lebih cepat. Berhubung gardu Universitas Gunadarma kelewat dan gue sampai Margo City Depok, jadilah gue harus puter balik, naik angkot 19 lagi. Doa gue terkabul dengan pengorbanan Rp. 2.500,- yang terbuang begitu saja. Coba gue nggak doa macam-macam. Sampai lebih cepat dan tidak buang-buang uang.
Setelah menunggu setengah jam bersama dua teman, akhirnya tibalah saat wawancara. Perempuan yang mewawancarai, baik sih, tapi tetap saja tidak menjamin gue untuk lolos. Oke, pulang dan pasrah pada hasilnya. Diterima Alhamdulillah, tidak diterima ya cari lagi. Berjuang.
Teman gue mana nih, sms gue yang mau pulang bareng, lebih tepatnya numpang mobilnya kok tidak ada balasan. Ibunya juga tidak ada di depan. Jangan-jangan sudah pulang. Jadilah gue menggunakan jasa ojek. "Bang ke Gunadarma, yang ada jembatannya itu", begitu pesan gue. Eh, tapi tuh abang ojek budek atau bodoh sih, kok gue dibawa ke rute yang beda. "Bang kok jalannya beda? Saya tadi bayar ojek 5 ribu dari Gunadarma." "Gunadarma sih di sana," kata tukang ojek sambil menunjuk arah berlawanan. Lah, nih abang gimana, tidak nyambung ternyata. Bener-Bener deh, 'JAKA SEMBUNG NAIK OJEK', ga nyambung jek. Akhirnya naik angkot 112 deh, lewat Cijantung. Payah, gue salah apa ya hari ini. Apa gue disumpahin orang yang tadi gue suruh turun dari angkot yang lagi menunggu penumpang gara-gara asap rokoknya mengganggu. Ah, tapi sepertinya bukan karena itu. Mungkin gara-gara gue membatin nyokap yang sudah cerewet tadi siang, habis ditanya terus kapan berangkat, kan bosen ngedengar terus-terusan. Tapi emang sih, gue tetap salah, kan maksud nyokap baik.
Untung sih, ternyata lewat jalur yang ini pun tetap sama, hanya butuh satu jam. Hitung-hitung tahu jalur baru.

Friday, January 7, 2011

Recruitment BI

Today, around 4 p.m. I get a recruitment test for Bank of Indonesia (BI).
I've dreamed to work in the central bank in Indonesia when I pass the building with transjakarta.
It will be great if me can be one of the important staff there, maybe as a secretary or more than that. Getting work in BI is very cool.
Actually now, I'm in middle of nowhere, one side I want to be a secretary in big company to show to all my friends that I am good, also to make my parents proud of me because they want me to work in good company, so my life will be ensured.
But, in another side, my desire to work in film production is too strong, so I'm confused.
Eventhough my faith to get a secretary job is difficult, but at least I'm confidence becoming a good secretary because I have studied in secretarial major. Then, in film, I don't have any idea about it. What should do? What can I do? Zero, None. But, one thing that I know is I love film or drama production, I want to get involved in it. I just need an opportunity to work and learn in a production house or in film production. I believe I can be good in it. Perhaps the best. Because I'm interesting about whole thing in film. The scenario, the director, The sound systems, The picture, The wardrobe, The make up, The music, The lightning, The acting, The animation. The whole thing.
So that, if I pass the recruitment test in Bank Indonesia, I will keep my dream for film, and one day after I can satisfy my parents I will reach my dream of film.

Thursday, January 6, 2011

Being a writer

After seeing a tv show about writers, one of them is JK Rowling, Harry Potter's author. I love her imagination. I am a writer also. Beginner.
Deep in my heart, I state to myself I can be a good writer also.
Now, I start to write a story, drama, romance novel. But, I'm getting stuck, can't get idea to continue my writing. I upset with myself if I get in this situation. Coz I have written several stories but always get in this case. Confuse to continue. You know what, despite continue my stories I always get new idea. Eventually, I write 3 pages now of my new story.
I know there is no coincidence, perhaps all my stories can go to the last page. At least one of them can be a best seller. Let's see.

Tuesday, January 4, 2011

Diriku Aneh


Sepertinya gue dalam kondisi yang mengkhawatirkan karena gue menyadari sesuatu. 'Ada sesuatu yang aneh dengan diriku', itu tema hari ini.
Berawal dari kejadian kemarin sore di mana gue harus mengasuh keponakan yang ditinggal kakak gue dan suaminya berburu mie ayam. Mamah memberi komando pada gue untuk mengajak keponakan yang berumur 1 tahun 1 bulan itu jalan-jalan, berhubung itu anak sedang senang-senangnya jalan kaki.
Oke, atas perintah mamah dan juga gue nggak ada hal yang bisa dikerjakan jadilah gue mengiyakan. Selanjutnya gue bawa keponakan gue yang super lucu itu main di rumah tetangga, yang tidak lain teman gue yang sudah mempunyai anak. Nah kebetulan rumah teman gue itu dekat dengan rumah kontrakan senior gue yang hampir dua tahun ini gue taksir. Di sinilah letak permasalahannya, kalau saja gue tahu dia sudah berhenti kerja dan tidak mengantor, kalau saja gue tahu dia ada di rumahnya, kalau saja gue tahu dia akan lewat, kalau saja gue tahu kita akan bertemu. Pasti, pastilah gue akan lebih siap, bersiap-siap maksud gue, dengan berdandan lebih rapi dari apa yang sudah terjadi kemarin. Rambut kusut, belum mandi, celana pendek batik, kaos, plus sendal jepit yang gak mungkin bisa membuat senior itu jatuh cinta, apalagi dalam keadaan nongkrong di depan pagar kontrakannya, sambil berkumpul dengan ibu-ibu dan balita yang lain. Astaga, harusnya gue nggak mengikuti teman gue yang lagi mengasuh anaknya itu. Kenapa juga dia harus memilih lokasi bermainnya di kontrakan. Hiks.
Bukan, bukan itu saja yang gue sesali. Hal lain yang gue sesali adalah kenapa juga gue harus menyembunyikan wajah gue di belakang kepala keponakan gue. Memang sih kepala keponakan gue itu besar, tetapi kepala gue kan jauh lebih besar, pastilah persembunyian gue gagal. Pastilah dia melihat gue, mengenali wajah gue. Aaarrgh, kenapa dia harus lewat saat itu, ke mana dia saat gue berdandan cantik, kenapa saat itu kita tidak pernah bertemu, kenapa saat gue dekil dia malah lewat. Aaarrggh.
Nasi sudah menjadi bubur, keinginan gue bertemu dia terpenuhi, tapi kenapa keadaannya tidak menguntungkan seperti itu. Dan sialnya teman gue dapat tertawa puas melihat kekonyolan gue yang bersembunyi, apalagi di belakang kepala bayi.
Payah, payah =<, kenapa gue harus selalalu grogi kalau bertemu cowok yang gue suka. Dasar aneh.

Monday, January 3, 2011

Interview

I attended an interview yesterday. This is my second time to visit the company.
After waiting more than an hour, eventually I got the time. Firstly, I should translate a letter, then i got the interview, meeting the owner. He asked me why I resigned, then my answer is 'uncomfortable with outsourcing status', I always give this reason if the interviewer ask me why.
Then, for several time I hear again this statement, "It is okay to be outsourcing status". What did you say? Okay? No...no...no...no. That is my answers. All of the people whose agree with outsourcing systems is the people who is never in outsourcing status. They states it's no different between employee directly under the company with employee under outsourcing company. Hey, listen please, example, we work in A company, but our status is B's employee, because the A company want us to work under B status and B status is outsourcing. Why? Why it should be like this?
Okay, I've heard outsourcing is helping the company's management in human resources. I've heard also to avoid the company with taxes, so outsourcing whose to pay the taxes, it makes it easier.
But the other side there is different in employee side. They don't get the guarantee when they can free from outsourcing status. There is a friend of my friend whose work almost six year as an outsourcing status, but there is no signal for he/she status become free from outsourcing status.
Maybe there is several good outsourcing company out there, but I've never seen it.

Thursday, December 30, 2010

Want to work in entertainment world

Badly want to work and live in entertainment world. Please give me help...pleeeeease

Saturday, December 18, 2010

Ada Apa Dengan Hari Ini?

Kancut banget hari ini, eh bukan kancut deng, lebih tepatnya kaos sama celana. Ada apa juga hari ini, dari mulai di 'semprot' mama, mata kepedesan odol, hati yang lagi patah. Gila, bad day nih.
Gini nih ceritanya, semalem gue bete sama kakak yang mindah-mindahin channel tv, udah tahu gue lagi nunggu Jack Hanafi di IMB 2, eit daah, dia malah ganti-ganti dan terus malah pantengin nonton Wali Band di ANTV. Sebenernya gue juga hampir ga sadar kalau acara IMB 2 itu masih tayang. Nah, pas gue bosen nonton Wali baru deh gue bilang, "Ka, liat yang lain dong." Jejeeeng, dan terlihatlah spanduk bertuliskan Jack Hanafi di layar tv. Parah, sudah selesai tampil. Yang gue tunggu-tunggu ternyata sudah selesai, gue ketinggalan.
Aaargh, selagi bete, gue mencoba menenangkan pikiran dengan meneruskan mengecat boneka tanah liat. Selesai juga akhirnya boneka kaisar Korea, ok, sekarang coba disandingkan dengan ratunya. Jejeeeng, loh kok kaisarnya kekecilan, perasaan waktu buat gue bandingin sama yang ratu, loh loh kok jadi gini, Aaaaargh.
Mending gue tidur aja, akhirnya gue memutuskan menenangkan diri dengan tidur. Nah, cek handphone dulu, pas gue lihat layarnya, tampillah website Plurk, fotonya gue kenal. Lah, ini kan cowok yang gue suka. Oh iya yah, tadi kan gue mau buka facebooknya itu cowo, berhubung gue cari lewat google, jadinya gue salah ngunduh, harusnya yang atas, bukan yang bawah. Ah tapi ga apa-apa juga sih, selama gue bisa lihat foto tuh cowok. Ok, akhirnya gue lihat-lihat Plurk. Terakhir dia update di Plurk tanggal 16 Desember. Makin ke bawah gue lihat. Status: in relationship. Tidaaaaaak, apa-apaan nih. Sial, kenapa juga gue lihat ini pas gue mau tidur. Bete banget rasanya.
Bangun juga akhirnya pagi ini, jam 9. Gue lihat handphone, google search menampilkan satu nama yang tertuduh sebagai pacarnya cowok itu. Gue buka fb nya, oh ini nih ceweknya, pakai kacamata, blazer putih seperti yang dipakai dokter. Aaah, gue bisa jadi lebih baik buat cowok itu. Heee gue coba menyenangkan diri sendiri. Ok, mungkin cowok itu bisa bahagia dengan itu cewek. Baik lupakan dan buang perasaan. Parah, susah, hampir 2 tahun gue suka mantan senior gue waktu SMP itu berhubung sekarang dia jadi tetangga gue. Tapi apa, gue kurang beruntung, walaupun tetangga, tapi kita gak pernah ketemu, apa lagi ngobrol dan membuat dia jatuh cinta sama gue. MUSTAHIL. Lupain Lupain dia batin gue. Nah terasalah hari ini kurang enak.
Makan telor sisa kakak bikin kue, putih telornya sisa lumayan banyak, kira-kira dari 3 telor, gue tambah 1 telor utuh biar gurih maksudnya. Gila, jadinya satu piring, berhubung orang rumah gak ada yang mau jadilah gue menghabiskan telor itu sendiri dengan nasi, kecap, dan saos. Eneg juga ternyata.
Lanjut hal yang tidak menyenangkan, mamah ngomel-ngomel soal jemurannya yang terbang. Gue lagi yang disalahin berhubung tadi gue yang disuruh benerin celana yang lagi dijemur yang sudah mau jatuh. "TADI KAN MAMAH JEPIT, KAMU KEMANAIN JEPITANNYA," teriak mamah. Loh kok gue yang kena, gue sama sekali gak utak-atik tuh jemuran, gue cuma benerin posisi celana doank. Dosa apa gue jadi 'disemprot' mamah. Eh tuh celana dan kaos lengkap dengan gantungan baju nyangkut di genteng tetangga, untung aja kakak gue yang badannya kecil bisa nyelip dan meniti di atas pembatas rumah dan berhasil ambil tuh jemuran. Akhirnya, gue yang kesel pilih mandi aja tuk menenangkan diri. Eh, mata malah kemuncratan odol. Perih perih rasanya. Lengkap sudah keanehan dan kekesalan hari ini.
Gue mending tidur aja, mudah-mudahan semuanya ini jadi pertanda baik buat gue ke depannya. Aamin. Selamat tidur siang.

Friday, December 17, 2010

Theater

Yesterday, I watched my friend performance in theater with 'Ruang Kehormatan' title from Nonton Theater Club.
I was too excited to see acting in front of my face directly. Unfortunately, I got bad position, result is my neck hurt. But, I enjoy it so much, there is pain, there is smile. Hahaha...that is only my own feeling.
Ok, lets talk about the drama. First, I didn't have a time to read the synopsis, so I should guest and catch by myself what is the core of Ruang Kehormatan.
Ok, first role, there was someone whose being know about everything. Other side, second role, there was someone whose didn't know anything.
After the first person explaining who is the second person, then the story begin. Second person is a father and a husband from whom he never realized before. Third role came, she is a teenage girl with senior high school uniform, coming with angry and yelling. Then I found she is a daughter, but third person also didn't know she has a father before the first person explained it to her.
Next, forth role, from her make up and wardrobe, I guest she is a wive, she came with angry and yelling too. She also didn't know she has a husband and a daughter. Same with the father and daughter role, she finally knew from the first person. Two characters came, a man and a woman, they were running, looked like they afraid of something, afraid being watched by someone. Then, the father stated to the first person that he knew who they are, a sister and a brother-in law. Next, coming three people in the same time, they called triplets, same wardrobe, same postures. They also didn't know have a father, a mother, a sister, aunt, and uncle before the first person explained it. Wow, someone came suddenly, jumping from one place to other place. He looked very nut, insane, but he knew who is he, didn't need the first person to explain. Then came a nurse, he was called by the first person to take out the nut one. The first person afraid the attendent of nut one would ruin everything. Then we know, all of them are crazy, insane.
The climax was they disappeard one by one, except the father. He remain with loneliness and couldn't get out from that room, the white room, a place for him and his fake family.
My conclusion is someone shouldn't live in fake, there isn't good condition at all.
What I caught from all scenes:
-The family members being insane was describe from how they came at first.
-The love in each other family members was showed clearly.
-The nut one attended is the key from entire story.
-The person whose really crazy is the first person, roling as a doctor. He made the fake, he fooled everyone.
Ok, if I can give an advice, in every single scene, it should take a freeze moment from the one who didn't have a dialogue, so as audience we can focus with all clues in every dialogue.
The director needs to consider the audiences view in all position, trying to put himself as audiences, does he can see it the show comfortably or not.
After all, I enjoy to wach theater.

Thursday, December 16, 2010

Keberuntungan

Ok, perhatian buat Black Inovation, Ripleys Believe or Not, Kick Andy atau acara apa pun yang sejenisnya. Saya mengharapkan diketemukannya alat pengumpul keberuntungan.
Pertanyaan atau ide aneh ini tiba-tiba muncul di otak sehubungan dengan pekerjaan yang tak kunjung didapatkan juga. Jadi kepikiran, kalau ada alat yang bisa mengumpulkan keberuntungan pasti bakalan laku keras di pasaran...hahaha.
Kacau.
Ini nih yang saya pikirin, berhubung pernah dengar mitos tapal kuda itu membawa keberuntungan, saya jadi penasaran, tapal kuda yang dimaksud harus pernah dipake kuda atau belum?
Nah, ada lagi nih, kalau daun semanggi yang punya riwayat sama seperti tapal kuda, itu daun cari di mana? Di Rawa Belong ada yang jual ga? Kalau bener bawa keberuntungan pasti saya tanam di genteng, di dinding, di lantai, di taman, di semua area deh...hihihi kali aja tuh keberuntungan jadi mendarah daging.
Anyway, yang pasti saya penasaran banget sama orang yang mau apa-apa tinggal tunjuk sana, tunjuk sini, lenggak lenggok, tengok kiri, tengok kanan, nunduk, tengadah, mau ngapain aja juga pasti gampang. Jadi teringat salah satu karakter komik saudaranya Donal Bebek, si Untung.
Ada ga yah orang yang punya kelebihan kaya gitu. Ibaratnya apa pun yang disentuhnya jadi emas. Kalau Paris Hilton termasuk orang yang punya keberuntungan itu ga yah? Kalau Suri anaknya Tom Cruise?

Interview

After all this time, I never got serious with all interview that I've attended, now, I am really serious.
Wish me luck please, I bored become someone useless, I want to earn money, I want to increase my deposit, I want to continue my study, I want to do many things that I really want to do.
Maybe have trips in overseas, especially to Korea.
Oh Allah, please, give me a luck, give me the open door.
Please...please...please.
I cross my finger now

Wednesday, December 15, 2010

The beginning of December

For entire of this week I do many things.
First, finishing all korean drama dvd which my sister bought, like Dongyi, Sungkyunkwan Scandal, Baker King, My Girlfriend is Gumiho. Ok, let me give my opinion about those drama.
Tadaaaaaa...
1# Dongyi : I love the scenario, the story, the wardrobe and make up, the acting of all drama's stars, the view, all of the stuff in the drama.
2nd My Girlfriend is Gumiho : I like the story, like the gumiho's wardrobe, like the acting, but I don't like it very much, there is some weaknesses. I can't catch and see the image of Gumiho who is a fox spirit that has known very beautiful and very attractive from men, but Gumiho always look pale, not brightful. I think the weaknesses here are the make up, hair style and the animation, I mean its need little bit of photoshop that will help to show the aura of fox spirit.
3rd SungKyunKwan Scandal: I enjoy first until eighth episodes, but after it, no no, definitely don't like the remain episodes. The story, the acting is so so, not satisfy especially me, myself.
4th Baker King: my mother love, but I don't really. I like the acting, like the bread, enjoy the story, like the ending episode, but I find something not appropriate, like the child and the adult actors of Tak Gu, it's really really not match.
But, after all, Korean drama influence me a lot. It more force me to try acting. Influencing me to visit Korea, learning the language, shopping there, tasting the food, wearing hanbook, I mean the wardrobe like in Dongyi, and many things.
My second activity is continuing to learn Mandarin 汉语. I have learnt it in Binus Center, but unfortunately I stop to learning it, because I can't see the improvement, my environment couldn't support me, cause no one speak mandarin here, I think I should go to Beijing or Taipei to help me so I can improve my capability and also make me habitual speak in Mandarin, but during I wait the opportunity to get closer, I think I should learn by myself.
And the last activity is doing handicraft, terracota. Now, I made six items. A mug, a doraemon dol l, two korean king and queen dolls, a butterfly, and a rose. Next time I will upload the photos.

Wednesday, December 8, 2010

Tahi lalat

Ok, mungkin harus gue akui kalau gue cewe aneh. Mengapa gue berkomentar seperti ini, hmmm karena gue terlalu mudah tertarik banyak hal. Satu contoh soal buku.
Contohnya saja, kalau ada buku SD di depan mata, pasti gue baca. Kalau ada buku yang aneh-aneh juga pasti gue baca, contohnya, 'membaca wajah', 'membaca garis tangan', 'mengupas kepribadian', 'belajar gitar dalam 7 hari', sampai 'belajar tarot'. Kalau ada brosur, pasti gue liat-liat juga. Kalau ada kama sutra pasti gue baca juga...heee.
Nah, sekarang yang ada di depan mata gue buku primbon jawi. Ini nih letak permasalahannya.
Di buku itu ada bagian yang membicarakan letak tahi lalat di tubuh. Wkwkwk, secara gue punya tahi lalat, ya gue baca.
Dijidat artinya okelah, di sana juga artinya oke, di situ juga bolehlah, eits kok di kuping ga oke, tapi bener juga sih. Eits ada satu lagi di sudut kiri bibir bawah, untung ada positifnya, tapi ada negatifnya juga.
Ini nih yang membuat otak gue mulai bekerja. Buang itu tahi lalat atau gue pertahankan. Hmmm, langsung deh cari di google.
Gue cari arti tahi lalat, semuanya punya arti yang sama, tapi itu hanya positifnya saja, tidak ada negatifnya. Oke, gue cari cara menghilangkan tahi lalat.
Gila, banyak juga caranya, dari yang modern dengan operasi laser, sampai yang tradisional dengan bawang putih, nanas, bunga kol, minyak kayu putih+getah jeruk nipis, sampai sabun colek+kapur sirih.
Gue ga bermaksud syirik atau semacam itu, tapi guenya aja sih yang terlalu banyak mikir. Soalnya gue penasaran membuktikan primbon itu, bagaimana kalau yang punya arti negatif itu gue hilangkan, kira-kira akan berubah jadi positif atau tidak ada pengaruhnya sama sekali ya. Hahaha, ga ngerugiin orang lain juga sih kalau gue praktekin. Tapi sayang juga kalau aksesoris alami itu hilang. Nanti gue ceritain lagi deh hasilnya, gue hilangkan atau gue pertahankan.
=D

Sunday, December 5, 2010

Jack Hanafi

Shocking.
Itu adalah kata yang pas dari gue untuk menggambarkan pendapat gue mengenai Jack Hanafi (JH), peserta IMB 2 di Trans TV.
Dari segi suara, kalau menurut para komentator gak spesial, tapi menurut gue mereka salah. Spesial yang mereka maksud apa dulu. Kalau spesial yang dimaksud seperti Pavarotti, Josh Groban, ataupun penyanyi lainnya dengan karakter suara seperti mereka, yaa gue akui memang JH tidak sespesial mereka. Tapi, justru di sinilah letak spesialnya suara JH, kalau istilah baratnya sih light, enteng, sederhana kalau bahasa kita sih, dan yang paling penting enak didengar. Karena gue akui juga banyak suara yang bagus tapi malah jadi terdengar lebay. Nah, kalau suara JH itu spesial menurut pendapat gue pribadi. SPESIAL. Tidak membosankan, semakin lama didengar semakin enak, menyentuh hati.
Selain itu memang sih ketampanan wajah JH sudah pasti memberi nilai tambah. Wajahnya seperti familiar, tapi gak tahu sih mirip atau mengingatkan pada siapa. Mungkin pangeran dalam mimpi gue...heee.
Bukan cuma itu, tapi matanya JH itu loh, tatapannya menghanyutkan, maksud gue, saat dia bernyanyi seperti tidak melihat penonton, tetapi lebih dari itu, seperti menatap seseorang, hanya ditujukan untuk seseorang. Yaa mau gak mau gue berasa JH bernyanyi buat gue...hahaha =D.
O iya, kelebihan matanya yang lain adalah berair. Retina matanya membuat gue terpaku hanya menatap matanya.
Apalagi yah pendapat gue soal JH. Sepertinya masih akan berlanjut, to be continue.
Eits, hampir saja lupa. Harapan untuk JH. Tetap rendah diri, jangan jadi lebay, menyanyi seperi biasanya JH bernyanyi saja. Kritikan dan saran harus tetap diperhatikan, tetapi jangan sampai merubah JH.
Ok deh Wish U All The Best JH. Pasti masuk IMB 2, kalaupun gak masuk, tapi sudah menarik perhatian masyarakat luas, terutama gue =).

Saturday, December 4, 2010

Kecanduan


Berawal sejak di sekolah menengah pertama, kira-kira th 2001 kecanduan ini bermulai dan sulit sekali gue melepaskan kecanduan ini.
Eits, tapi kecanduan yang gue maksud tidak berbahaya, eh berbahaya ga yah??
Hehehe...kecanduan yang gue maksud ini ya kecanduan drama korea. Pertama kali yang gue tonton itu Autumn in My Heart atau lebih dikenal dengan Endless Love, bintangnya Song Hye Kyo, Song Seung Hun, dan Won Bin. Nah, yang membuat gue kecanduan itu dari para pemainnya yang cakep-cakep dan cantik-cantik, tapi itu bukan alasan yang utama, yang paling utama ya dari segi cerita. Ceritanya bagus-bagus, plotnya jelas, yang paling penting tidak bertele-tele. Kalau gue perhatiin sih untuk jumlah episode dibatasin, sekitar 20-25 eps. Nah kalau yang kolosal dibatasin sampai 60 eps. Itu sih pandangan pribadi saja.
Jadinya sebagai penonton tidak bosan dengan cerita yang monoton. Nah, ini bedanya dengan di Indonesia, kalau ada satu sinetron yang disuka, produser sengaja membuat episode seeepanjaaang-panjaaangnyaaaa. Mungkin memang menguntungkan buat mereka, tapi kasihan juga sih sama para penontonnya. Kenapa gue bilang gitu, ya karena gue perhatiin yang jadi penonton setia sinetron di indonesia itu para kawula tua, nah kan kasihan deh mereka karena faktor usia itu, maaf-maaf ya keburu tutup usia, jadi mereka bisa saja meninggal dengan rasa penasaran. Hahaha...lebay ya gue, tapi bener loh kekhawatiran gue ini. Serius gue. Jadi mohon deh sama para produser lebih mempertimbangkan lagi jumlah episode sinetron di Indonesia.
Sedangkan kecanduan akan drama korea yg gue idap sekian lama ini sepertinya tidak ada tanda-tanda untuk sembuh. But, it makes me happy =>.

Wednesday, May 12, 2010

Membuat keputusan


Membuat keputusan adalah hal yang tersulit menurut diri gue pribadi, apalagi kalau yang akan dipilih atau diputuskan itu belum tentu adalah yang terbaik. Saat ini gue sedang memikirkan masa depan gue, apakah harus lanjut bekerja di tempat gue sekarang, ataukah gue berhenti tanpa adanya persiapan, tanpa adanya pekerjaan.
Gue butuh uang, keluarga gue butuh uang, gue merasa bersalah kalau gue keluar sekarang, baik sama perusahaan tempat gue bekerja maupun dengan keluarga gue.
Tapi, gue harus buat keputusan.

Baca tarot? Itu hanya permainan gue semata, gue emang suka baca tarot, gue emang percaya ramal-meramal,tapi gue juga ga bisa mengambil keputusan hanya berdasarkan ramalan. Apa yang harus gue lakuin?

Apa gue sholat istikhoroh aja yah?
Bagaimana yah biar gue dapat jawaban yang jelas.
Waduuuhhh bingung.
Tetapi, sebingung-bingungnya gue, sesusah-susahnya gue dan keluarga, entah kenapa gue ga pernah desperate banget. Apa karena gue berkeyakinan kalau semua akan baik-baik saja. Atau karena gue terlalu percaya kalau semua telah diatur Allah SWT. Gue sangat yakin kalau semua sudah diatur sangat sempurna dan berakhir indah.

Tapi proses yang harus dilalui ini, mudah-mudahan gue tegar dan dapat terus meyakini apa yang telah gue yakini selama ini.